Kasus Dugaan Malapraktik di RSUD Doris Sylvanus Dilaporkan ke Polda Kalteng

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN || PALANGKA RAYA — Dugaan malapraktik medis di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya dilaporkan ke Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Laporan tersebut diajukan oleh pasien bernama Remita Yanti melalui kuasa hukumnya, Advokat Suriansyah Halim.

Laporan polisi itu tercatat dengan nomor LP/B/90/III/2026/SPKT/Polda Kalimantan Tengah tertanggal 6 Maret 2026. Dalam laporan tersebut, tim kuasa hukum menduga adanya tindakan medis tanpa persetujuan pasien serta dugaan pemalsuan resume medis oleh dua dokter berinisial MU dan SS.

Kuasa hukum Remita Yanti, Suriansyah Halim, mengatakan kliennya menjalani operasi caesar di RSUD Doris Sylvanus pada 7 November 2025. Dalam tindakan medis tersebut, menurut dia, dilakukan pemasangan alat kontrasepsi jenis intrauterine device (IUD) tanpa persetujuan langsung dari pasien.

“Klien kami tidak pernah menerima penjelasan ataupun memberikan persetujuan atas pemasangan IUD tersebut. Persetujuan hanya ditandatangani oleh suami dalam kondisi mendesak tanpa penjelasan risiko yang memadai,” kata Suriansyah dalam keterangan tertulisnya pada media ini, Jumat, 6 Maret 2026.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Bahas Tambang Rakyat Dan KHBS Sampai Permasalahan Narkoba 

Menurut dia, pasien baru mengetahui adanya pemasangan IUD setelah sadar dari operasi caesar. Beberapa waktu kemudian, Remita mengalami komplikasi serius berupa pendarahan berkepanjangan dan nyeri hebat.

Hasil pemeriksaan radiologi, kata dia, menunjukkan posisi IUD telah bergeser keluar dari rahim hingga menembus usus dan memicu peradangan. Kondisi itu membuat pasien harus menjalani operasi besar pada 20 Januari 2026 untuk memotong dan menyambung usus.

Namun operasi tersebut disebut tidak berjalan sesuai harapan sehingga dilakukan operasi kedua pada 29 Januari 2026. Dalam operasi itu, dokter memasang kolostomi untuk membantu fungsi pencernaan pasien.

“Pasien saat ini masih mengalami kondisi kesehatan yang belum stabil dan kemungkinan harus menjalani operasi besar berikutnya,” ujar Suriansyah.

Selain dugaan malapraktik, tim kuasa hukum juga melaporkan adanya dugaan pemalsuan resume medis. Menurut mereka, salinan resume medis yang diberikan pihak rumah sakit berbeda dengan catatan medis awal yang dimiliki pasien.

Baca Juga :  Unit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya Respons Cepat Tangani Laka Lantas di Jalan Kinibalu

Perbedaan tersebut, kata Suriansyah, diduga berkaitan dengan upaya menghapus atau mengaburkan fakta medis yang berkaitan dengan tindakan pemasangan IUD.

Dalam laporan yang diajukan ke Polda Kalimantan Tengah, pihak pelapor menyertakan dua orang saksi serta sejumlah dokumen yang dianggap sebagai bukti awal.

Kuasa hukum juga menyebut kliennya mengalami berbagai kerugian akibat peristiwa tersebut, baik secara fisik, psikologis, maupun ekonomi. Secara medis, pasien harus menjalani pemotongan usus dan hidup dengan kolostomi, sementara secara psikologis mengalami trauma serta terpisah dari dua anaknya yang masih balita.

Tim kuasa hukum juga telah melaporkan kasus ini ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia dan Majelis Disiplin Profesi Kedokteran di Jakarta.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD dr. Doris Sylvanus maupun dokter yang disebut dalam laporan tersebut. Polisi juga belum memberikan pernyataan mengenai perkembangan penanganan perkara ini.(*/rls/tim//red).

Berita Terkait

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain
WAGUB EDY PRATOWO: PEMERINTAH TAK BISA SENDIRI BANGUN EKONOMI KALTENG, KADIN HARUS JADI MITRA STRATEGIS

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 14:37 WIB

Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page