LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah memasuki babak baru dalam perjalanan sepak bolanya. Pemerintah Provinsi Kalteng resmi menjalin kerja sama strategis dengan Adhyaksa FC, klub profesional yang akan menjadikan Bumi Tambun Bungai sebagai kandang resmi mulai musim 2026/2027.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dengan dihadiri langsung oleh Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, beserta Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, jajaran Pemerintah Provinsi, serta manajemen Adhyaksa FC. Selasa 23-6-2026.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa kehadiran Adhyaksa FC bukan sekadar agenda olahraga, melainkan sebuah komitmen nyata pemerintah daerah untuk membuka jalan bagi generasi muda Kalteng menuju panggung sepak bola nasional.
“Kami ingin anak-anak Kalteng memiliki jalur yang jelas untuk menjadi pemain profesional. Kehadiran tim senior dan Elite Pro Academy menjadi peluang besar bagi mereka untuk berkembang dan bersaing di level nasional,” ujar Agustiar Sabran.
Melalui kerja sama ini, Adhyaksa FC akan menetapkan Stadion Tuah Pahoe sebagai home base resmi sekaligus menghadirkan Elite Pro Academy (EPA) untuk kategori U-16, U-18, dan U-20. Program pembinaan berjenjang itu dinilai Gubernur sebagai momentum penting dalam membangun ekosistem sepak bola daerah yang lebih terstruktur — dari usia dini hingga level profesional.
Presiden Klub Adhyaksa FC, Eko Setyawan, menyebut kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan panjang selama dua tahun terakhir. Menurutnya, pemerataan pembangunan sepak bola nasional hanya bisa terwujud bila daerah-daerah seperti Kalteng memiliki jalur pembinaan yang jelas dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalteng, Agus Siswadi, menyampaikan bahwa kehadiran Adhyaksa FC tidak hanya akan memperkuat pembinaan atlet dan pelatih, tetapi juga diproyeksikan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Dengan bergabungnya Adhyaksa FC dan berdirinya Elite Pro Academy di Kalteng, pemerintah provinsi berharap daerah ini tak lagi sekadar menjadi penonton dalam peta persepakbolaan nasional — melainkan tampil sebagai pemain aktif yang melahirkan talenta-talenta terbaik Indonesia.(*/rls/sgn/red)







