Polsek Pahandut Panen Jagung Bersama Kelompok Tani, Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Komitmen mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan Polsek Pahandut melalui kegiatan panen jagung pipil bersama Kelompok Tani Bolo Dewe (Uluh Itah), yang berlangsung di lahan pertanian Jalan Merdeka Gang Merdeka Utara IV, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Jumat (3/7/2026).

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hertanto memimpin langsung kegiatan tersebut bersama personel dan para petani. Panen dilakukan di lahan seluas sekitar satu hektare yang telah ditanami jagung sejak April 2026 sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Baca Juga :  Pimpin Apel Pagi, ini Arahan Wakapolda Kalteng

AKP Iyudi Hertanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mempererat kemitraan dengan kelompok tani di wilayah hukum Polsek Pahandut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kerja sama dengan kelompok tani sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu perhatian bersama,” ujarnya mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H.

Baca Juga :  Kapolres Katingan Hadiri Sosialisasi SPMB 2026/2027, Tegaskan Komitmen Wujudkan Penerimaan Siswa Bersih dan Transparan

Dari hasil panen tersebut, diperoleh sekitar 150 kilogram jagung pipil atau setara enam karung. Hasil panen ini menunjukkan pertumbuhan tanaman yang baik sejak masa tanam pada kuartal II tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, Polsek Pahandut menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan, sekaligus membangun kolaborasi yang erat dengan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

(dk_reborn168)

Berita Terkait

Kapolda dan Gubernur Kalteng Melayat ke Rumah Duka Aipda Yudhi Perdana Putra
Kapolda dan Gubernur Kalteng Patroli Udara Bantu Cari Dua Personel Polri yang Hilang
Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Persoalan Kehamilan Disepakati Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Berikut versi narasi bergaya media arus utama dengan fokus pada peran Cak Sam sebagai mediator. Saya mempertahankan gaya pemberitaan yang netral dan menghindari penyajian asumsi sebagai fakta. Judul: Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Sepakati Libatkan Keluarga untuk Cari Solusi Terbaik Narasi: Palangka Raya – Seorang mahasiswi berinisial B (19) di Kota Palangka Raya bersama keluarganya mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Cak Sam setelah mengaku tengah mengandung sekitar dua bulan. Perempuan tersebut menyebut pacarnya, K (20), yang bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya, tidak lagi dapat dihubungi setelah mengetahui kehamilan tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perempuan, keduanya telah menjalin hubungan sejak awal tahun 2026 dan sempat beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka. Setelah mengetahui dirinya hamil, B mengaku telah memberitahukan kondisi tersebut kepada K. Namun, menurut pengakuan B, respons yang diterimanya tidak sesuai harapan. Ia mengaku sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya dikatakan terputus karena seluruh akses komunikasi diblokir. Mendengar keluhan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak beserta keluarga dalam suasana mediasi. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk membawa persoalan tersebut kepada orang tua masing-masing di kampung halaman. Langkah itu ditempuh sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik, termasuk membahas rencana pernikahan apabila disetujui oleh kedua keluarga. Cak Sam berharap komunikasi antarkeluarga dapat berjalan dengan baik sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, dengan mengutamakan tanggung jawab serta kepentingan semua pihak yang terlibat.
Kapolda Kalteng: Satu Personel Gugur, Dua Anggota Masih Hilang Saat Operasi Penindakan Narkoba di Katingan
Harmoni Keberagaman di Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gunung Mas: Polri Hadir untuk Mengayomi Masyarakat
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalteng Berlangsung Khidmat, Dimeriahkan Tari Kolosal Nyiru
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kapuas Teguhkan Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Jaga Kamtibmas

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:06 WIB

Kapolda dan Gubernur Kalteng Melayat ke Rumah Duka Aipda Yudhi Perdana Putra

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:33 WIB

Kapolda dan Gubernur Kalteng Patroli Udara Bantu Cari Dua Personel Polri yang Hilang

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:16 WIB

Polsek Pahandut Panen Jagung Bersama Kelompok Tani, Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:19 WIB

Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Persoalan Kehamilan Disepakati Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:15 WIB

Berikut versi narasi bergaya media arus utama dengan fokus pada peran Cak Sam sebagai mediator. Saya mempertahankan gaya pemberitaan yang netral dan menghindari penyajian asumsi sebagai fakta. Judul: Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Sepakati Libatkan Keluarga untuk Cari Solusi Terbaik Narasi: Palangka Raya – Seorang mahasiswi berinisial B (19) di Kota Palangka Raya bersama keluarganya mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Cak Sam setelah mengaku tengah mengandung sekitar dua bulan. Perempuan tersebut menyebut pacarnya, K (20), yang bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya, tidak lagi dapat dihubungi setelah mengetahui kehamilan tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perempuan, keduanya telah menjalin hubungan sejak awal tahun 2026 dan sempat beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka. Setelah mengetahui dirinya hamil, B mengaku telah memberitahukan kondisi tersebut kepada K. Namun, menurut pengakuan B, respons yang diterimanya tidak sesuai harapan. Ia mengaku sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya dikatakan terputus karena seluruh akses komunikasi diblokir. Mendengar keluhan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak beserta keluarga dalam suasana mediasi. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk membawa persoalan tersebut kepada orang tua masing-masing di kampung halaman. Langkah itu ditempuh sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik, termasuk membahas rencana pernikahan apabila disetujui oleh kedua keluarga. Cak Sam berharap komunikasi antarkeluarga dapat berjalan dengan baik sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, dengan mengutamakan tanggung jawab serta kepentingan semua pihak yang terlibat.

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page