Pimpin Apel Pagi, ini Arahan Wakapolda Kalteng

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, memimpin apel pagi personel, bertempat di Lapangan Barigas, Mapolda setempat, Senin (8/6/2026).

Apel pagi ini yang diikuti seluruh pejabat utama dan personel Polda Kalteng ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam melayani masyarakat sekaligus memberikan sejumlah arahan strategis.

 

Dalam arahannya, Wakapolda menekankan pentingnya profesionalitas dalam bekerja. Setiap anggota diminta menjalankan tugas sesuai SOP, disiplin, dan mengutamakan integritas.

Baca Juga :  Menuju Operasional 2026, Sekolah Rakyat Gunung Mas Diproyeksikan Jadi Ikon Pendidikan Baru Kalteng

“Profesional itu bukan hanya pintar, tapi juga beretika dan bertanggung jawab atas setiap tindakan,” tegasnya.

Brigjen Yosi juga mengingatkan bahwa saat ini memasuki Bulan Bakti kepada Masyarakat dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-80.

 

“Untuk itu, saya mendorong seluruh jajaran aktif turun ke lapangan, hadir di tengah warga, dan memberikan solusi nyata atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan bakti sosial, pengabdian, serta pendekatan humanis disebut sebagai wujud nyata Polri yang dekat dengan rakyat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Utamakan Pencegahan, Cak Sam Mediasi Kasus Penganiayaan yang Dialami Mahasiswi di Palangka Raya

 

Wakapolda juga menegaskan soal pelanggaran seluruh personel harus menghindarinya.

“Segala bentuk pelanggaran, baik disiplin maupun kode etik. Sanksi tegas menanti bagi yang melanggar, karena satu pelanggaran bisa mencoreng nama institusi,” tegasnya.

Terakhir, Brigjen Yosi meminta jajaran untuk memperkuat pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

“Kehadiran polisi harus dirasakan, cepat tanggap saat dibutuhkan, serta memberikan rasa aman. Masyarakat adalah mitra kita. Tanpa kepercayaan mereka, tugas kita tidak akan maksimal,” pungkas Wakapolda.

Berita Terkait

Kapolda dan Gubernur Kalteng Melayat ke Rumah Duka Aipda Yudhi Perdana Putra
Kapolda dan Gubernur Kalteng Patroli Udara Bantu Cari Dua Personel Polri yang Hilang
Polsek Pahandut Panen Jagung Bersama Kelompok Tani, Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan
Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Persoalan Kehamilan Disepakati Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Berikut versi narasi bergaya media arus utama dengan fokus pada peran Cak Sam sebagai mediator. Saya mempertahankan gaya pemberitaan yang netral dan menghindari penyajian asumsi sebagai fakta. Judul: Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Sepakati Libatkan Keluarga untuk Cari Solusi Terbaik Narasi: Palangka Raya – Seorang mahasiswi berinisial B (19) di Kota Palangka Raya bersama keluarganya mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Cak Sam setelah mengaku tengah mengandung sekitar dua bulan. Perempuan tersebut menyebut pacarnya, K (20), yang bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya, tidak lagi dapat dihubungi setelah mengetahui kehamilan tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perempuan, keduanya telah menjalin hubungan sejak awal tahun 2026 dan sempat beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka. Setelah mengetahui dirinya hamil, B mengaku telah memberitahukan kondisi tersebut kepada K. Namun, menurut pengakuan B, respons yang diterimanya tidak sesuai harapan. Ia mengaku sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya dikatakan terputus karena seluruh akses komunikasi diblokir. Mendengar keluhan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak beserta keluarga dalam suasana mediasi. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk membawa persoalan tersebut kepada orang tua masing-masing di kampung halaman. Langkah itu ditempuh sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik, termasuk membahas rencana pernikahan apabila disetujui oleh kedua keluarga. Cak Sam berharap komunikasi antarkeluarga dapat berjalan dengan baik sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, dengan mengutamakan tanggung jawab serta kepentingan semua pihak yang terlibat.
Kapolda Kalteng: Satu Personel Gugur, Dua Anggota Masih Hilang Saat Operasi Penindakan Narkoba di Katingan
Harmoni Keberagaman di Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gunung Mas: Polri Hadir untuk Mengayomi Masyarakat
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalteng Berlangsung Khidmat, Dimeriahkan Tari Kolosal Nyiru

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:06 WIB

Kapolda dan Gubernur Kalteng Melayat ke Rumah Duka Aipda Yudhi Perdana Putra

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:33 WIB

Kapolda dan Gubernur Kalteng Patroli Udara Bantu Cari Dua Personel Polri yang Hilang

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:16 WIB

Polsek Pahandut Panen Jagung Bersama Kelompok Tani, Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:19 WIB

Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Persoalan Kehamilan Disepakati Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:15 WIB

Berikut versi narasi bergaya media arus utama dengan fokus pada peran Cak Sam sebagai mediator. Saya mempertahankan gaya pemberitaan yang netral dan menghindari penyajian asumsi sebagai fakta. Judul: Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Sepakati Libatkan Keluarga untuk Cari Solusi Terbaik Narasi: Palangka Raya – Seorang mahasiswi berinisial B (19) di Kota Palangka Raya bersama keluarganya mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Cak Sam setelah mengaku tengah mengandung sekitar dua bulan. Perempuan tersebut menyebut pacarnya, K (20), yang bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya, tidak lagi dapat dihubungi setelah mengetahui kehamilan tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perempuan, keduanya telah menjalin hubungan sejak awal tahun 2026 dan sempat beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka. Setelah mengetahui dirinya hamil, B mengaku telah memberitahukan kondisi tersebut kepada K. Namun, menurut pengakuan B, respons yang diterimanya tidak sesuai harapan. Ia mengaku sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya dikatakan terputus karena seluruh akses komunikasi diblokir. Mendengar keluhan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak beserta keluarga dalam suasana mediasi. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk membawa persoalan tersebut kepada orang tua masing-masing di kampung halaman. Langkah itu ditempuh sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik, termasuk membahas rencana pernikahan apabila disetujui oleh kedua keluarga. Cak Sam berharap komunikasi antarkeluarga dapat berjalan dengan baik sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, dengan mengutamakan tanggung jawab serta kepentingan semua pihak yang terlibat.

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page