LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi persoalan di Kalimantan Tengah mendorong berbagai elemen masyarakat ikut bergerak. DPW Tani Merdeka Indonesia dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kalteng menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Aksi sosial tersebut digelar di depan Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kamis (24/9/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional ke-66.
Bantuan yang disalurkan berupa hasil pertanian dari petani Kota Palangka Raya. Bantuan tersebut diberikan langsung kepada warga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas di tengah bencana karhutla.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Tengah, Sumiasih, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi organisasinya untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat, tidak hanya dalam sektor pertanian tetapi juga persoalan sosial.
“Bantuan ini bentuk dukungan Tani Merdeka untuk masyarakat dan kepedulian di tengah musibah karhutla,” kata Sumiasih.
Ia menilai masyarakat yang terdampak membutuhkan perhatian serta dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi selama kondisi karhutla berlangsung.
Sementara itu, Ketua APPSI Provinsi Kalimantan Tengah, Farid, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“Kehadiran APPSI di tengah bencana karhutla setidaknya memberikan semangat dan bisa membantu masyarakat,” ujarnya.
Farid berharap kondisi karhutla segera berakhir dan semangat Huma Betang dalam bentuk kebersamaan serta saling membantu terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Kita berharap dengan adanya musibah karhutla ini, semangat Huma Betang, kebersamaan untuk saling membantu semakin terbangun,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian sosial perlu terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Kegiatan seperti ini harus terus kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita,” ungkap Farid.
Farid menambahkan, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kehidupan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, dukungan moral maupun bantuan nyata dinilai penting bagi warga terdampak.
“Kita doakan semoga bencana karhutla ini segera selesai dan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali,” tuturnya.
Kegiatan sosial tersebut mendapat dukungan dari Petrokimia Kayaku, Toko Pertanian Merah Putih, Koperasi Garuda Satryan, dan Katatani Solusi Pertanian. (*/rls/red)







