LINTAS KALIMANTAN | GUNUNG MAS – Kemunculan titik panas (hotspot) yang terus terpantau dalam beberapa hari terakhir mendorong Polres Gunung Mas bersama pemerintah daerah dan unsur terkait memperkuat langkah pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penguatan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan titik hotspot, verifikasi langsung di lapangan, hingga peningkatan patroli di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Langkah tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan koordinasi dan patroli Karhutla di wilayah Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB di Kantor Camat Tewah itu melibatkan Polres Gunung Mas, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kodim 1018/Gunung Mas, Satpol PP, BPBD, serta unsur terkait lainnya.
Patroli kemudian dilanjutkan menyusuri Jalan Lintas Kurun-Tewah. Sejumlah pejabat turut turun langsung ke lapangan, di antaranya Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, S.E., M.Si., Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., dan Dandim 1018/Gunung Mas Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, S.Sos., M.H.I.
Di tengah kondisi munculnya titik api yang perlu diantisipasi secara serius, Kapolres Gunung Mas menekankan bahwa setiap informasi hotspot tidak boleh hanya berhenti pada data pemantauan.
Menurutnya, setiap titik yang terpantau harus segera diverifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Setiap titik yang terpantau harus segera diverifikasi di lapangan. Kita perlu memastikan kondisi sebenarnya, memperbarui data secara berkala, dan menyampaikan perkembangan dengan informasi yang lengkap agar penanganannya dapat dilakukan dengan tepat,” ujar AKBP Arum Sari Puspita Dewi saat dikonfirmasi PS Kasihumas Polres Gunung Mas Ipda Abner, S.Sos., Jumat (28/8/2026) pagi.
Kapolres menegaskan, kecepatan memperoleh informasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Data hotspot harus terus diperbarui sehingga petugas memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi di lapangan.
“Jangan sampai informasi mengenai titik api terlambat diketahui atau tidak segera ditindaklanjuti. Verifikasi menjadi penting untuk mengetahui apakah titik tersebut benar merupakan kebakaran dan bagaimana kondisi di lokasi,” tegasnya.
Selain memperkuat verifikasi hotspot, Polres Gunung Mas bersama unsur terkait juga akan meningkatkan patroli pada waktu-waktu yang dianggap rawan.
Patroli dilakukan tidak hanya saat kondisi cuaca panas dengan kelembapan rendah, tetapi juga pada malam hingga dini hari. Strategi tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Dalam pelaksanaannya, patroli melibatkan personel TNI-Polri, Satpol PP, BPBD, Masyarakat Peduli Api, serta relawan desa.
Bupati Gunung Mas sebelumnya menyampaikan bahwa penanggulangan karhutla di wilayah tersebut berada dalam status Siaga 2. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak menganggap remeh setiap indikasi munculnya titik api.
Polres Gunung Mas juga memberikan perhatian terhadap kesiapan sarana pendukung penanganan karhutla. Kapolres meminta jajaran mengompilasi data mengenai 15 lokasi bantuan sumur bor dari Presiden yang telah maupun akan dibangun.
Pendataan meliputi lokasi, status pembangunan, kondisi teknis, hingga kesiapan operasional. Data tersebut dinilai penting untuk memastikan fasilitas sumber air dapat dimanfaatkan secara maksimal ketika dibutuhkan dalam penanganan karhutla.
Tak hanya mengandalkan kekuatan personel dan peralatan, Polres Gunung Mas juga mendorong penguatan komunikasi dengan masyarakat.
Kapolres meminta jajaran membangun komunikasi secara aktif dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda. Para tokoh lokal tersebut diharapkan turut menjadi penggerak masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran.
“Upaya pencegahan akan lebih kuat ketika masyarakat, tokoh lokal, pemerintah dan aparat saling berkoordinasi. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun dan informasi mengenai titik api harus segera disampaikan,” kata AKBP Arum Sari Puspita Dewi.
Langkah lain yang menjadi perhatian Polres Gunung Mas adalah aspek penegakan hukum. Data laporan mengenai dugaan pelaku karhutla diminta terus dikumpulkan dan diperbarui.
Setiap informasi yang berasal dari masyarakat, hasil patroli, maupun proses penyelidikan perlu didokumentasikan secara lengkap. Data tersebut mencakup lokasi kejadian, luas lahan yang terbakar, identitas pihak yang berkaitan dengan perkara, hingga barang bukti yang ditemukan.
“Penanganan karhutla tidak hanya berbicara mengenai pemadaman. Apabila ditemukan dugaan tindak pidana, seluruh informasi harus dikumpulkan dan didokumentasikan dengan baik sehingga proses penegakan hukum dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Kapolres.
Dalam kegiatan patroli di Kecamatan Tewah tersebut, kekuatan personel yang diterjunkan terdiri atas 3 personel Polres Gunung Mas, 4 personel Kodim 1018/Gunung Mas, 4 personel Satpol PP, dan 6 personel BPBD.
Kehadiran unsur gabungan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama, terutama ketika potensi titik api terus muncul dan kondisi cuaca dapat berubah.
Polres Gunung Mas memastikan pemantauan dan patroli akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi. Informasi dari masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mempercepat respons petugas terhadap setiap indikasi kebakaran.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara tidak terkendali. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat maupun petugas terkait.
Koordinasi dan patroli bersama unsur Forkopimda Kabupaten Gunung Mas tersebut berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif.
Dengan titik api yang terus menjadi perhatian, Polres Gunung Mas menempatkan verifikasi hotspot, kecepatan respons, peningkatan patroli, kesiapan sarana, pelibatan masyarakat, serta penegakan hukum sebagai bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla.
Polres Gunung Mas bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, Satpol PP, dan masyarakat berupaya memastikan setiap indikasi kebakaran dapat diketahui lebih cepat, diverifikasi, dan ditangani sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
(sp)







