LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Ancaman dari mantan pacar membuat seorang mahasiswi di Palangka Raya, Bunga (20, nama samaran), meminta pertolongan kepada Cak Sam Polda Kalteng.
Bunga mengaku mendapat ancaman dari Kumbang (28, nama samaran), pria asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang diketahui bekerja sebagai sopir truk. Ancaman itu muncul setelah Bunga memutuskan hubungan asmara yang telah mereka jalani selama sekitar tujuh bulan.
Persoalan bermula ketika Bunga merasa hubungan mereka sudah tidak memiliki kecocokan lagi. Perbedaan agama juga menjadi salah satu alasan Bunga memilih mengakhiri hubungan tersebut.
Namun, keputusan itu rupanya tidak diterima Kumbang. Bunga kemudian mengaku mendapat ancaman akan disakiti hingga ancaman penyebaran rekaman pribadi yang dibuat ketika keduanya masih menjalin hubungan.
Merasa takut, Bunga akhirnya mengadu kepada Cak Sam.
“Selamat malam cak, mohon maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya izin laporan bahwa saya lagi dalam pengancaman dari mantan pacar saya, cak. Ini langsung saya kirim bukti chat-chatnya saja ya, cak, sama nomor-nomor dia juga,” tulis Bunga dalam curhatnya kepada Cak Sam. Sabtu 8-8–2026.
Mendapat laporan tersebut, Cak Sam tidak tinggal diam.
Cak Sam kemudian mempertemukan Bunga dan Kumbang untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi. Dalam pertemuan itu, Kumbang diberikan pembinaan dan pemahaman agar menghentikan segala bentuk ancaman maupun tindakan yang dapat membahayakan Bunga.
Cak Sam juga menegaskan bahwa ancaman kekerasan maupun penyebaran konten intim tanpa persetujuan bukan persoalan sepele dan dapat berujung pada persoalan hukum.
Pendekatan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Dalam proses mediasi, Kumbang meminta maaf kepada Bunga. Ia juga menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menyebarkan rekaman pribadi yang sebelumnya menjadi alat ancaman.
Kumbang akhirnya menerima keputusan Bunga untuk mengakhiri hubungan mereka.
Cak Sam Jadi Tempat Mengadu
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya keberanian korban untuk mencari pertolongan ketika menghadapi ancaman dari orang terdekat.
Dalam kasus tersebut, Bunga memilih mengadu kepada Cak Sam setelah merasa terancam. Persoalan yang semula berpotensi berkembang menjadi konflik lebih besar akhirnya dapat diredam melalui komunikasi, mediasi, dan pembinaan.
Cak Sam juga mengingatkan agar persoalan hubungan pribadi tidak diselesaikan dengan ancaman, kekerasan, ataupun penyebaran rekaman pribadi.
Sebab, ketika hubungan berakhir, setiap pihak tetap wajib menghormati keputusan dan privasi masing-masing.(sgn)







