LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Kepedulian terhadap persoalan sosial dan keharmonisan keluarga kembali ditunjukkan Cak Sam. Kali ini, ia memediasi perselisihan antara seorang ibu berinisial Bunga (43) dan anak kandungnya, Melati (23), yang dipicu perbedaan pandangan terkait pilihan hidup sang ibu, Senin (29/6/2026).
Bunga yang telah empat tahun menyandang status janda diketahui memiliki tiga orang anak. Melati, sebagai anak sulung, telah berkeluarga, sementara dua adiknya masih duduk di bangku SD dan SMP di kampung.
Konflik bermula ketika Melati bersama suaminya berulang kali mengingatkan Bunga agar meninggalkan pekerjaannya sebagai pekerja seks komersial serta tidak lagi tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan dengan pasangan barunya. Namun, nasihat tersebut tidak diindahkan hingga memicu pertengkaran antara ibu dan anak.
Melihat persoalan tersebut berpotensi memecah hubungan keluarga, Cak Sam kemudian menghubungi kedua belah pihak dan memfasilitasi mediasi. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Cak Sam mendengarkan keterangan dari masing-masing pihak sebelum memberikan pembinaan.
Kepada Bunga, Cak Sam mengajak agar meninggalkan pekerjaan yang dinilai tidak baik dan mulai membangun kehidupan yang lebih layak demi masa depan kedua anaknya yang masih menempuh pendidikan. Ia juga mengimbau agar tidak lagi hidup bersama pasangan tanpa ikatan pernikahan.
Sementara kepada Melati dan suaminya, Cak Sam menyarankan agar tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga membantu mencarikan solusi ekonomi bagi sang ibu. Salah satunya dengan mengupayakan modal usaha sehingga Bunga memiliki sumber penghasilan yang lebih baik, seperti membuka warung, toko kelontong, usaha laundry, maupun usaha kecil lainnya.
Pendekatan yang mengedepankan dialog dan solusi tersebut membuahkan hasil. Di hadapan Cak Sam, Bunga menyatakan kesediaannya untuk mengubah kehidupannya, sedangkan Melati bersama suaminya berkomitmen mendukung rencana usaha sang ibu.
Mediasi pun berakhir dengan kesepakatan damai. Ketiganya sepakat memperbaiki hubungan keluarga, saling mendukung, dan bersama-sama berupaya membangun kehidupan yang lebih baik demi masa depan kedua anak Bunga yang masih bersekolah.
Pendekatan humanis yang dilakukan Cak Sam kembali menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan keluarga tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga solusi nyata yang mampu mengembalikan harapan dan keharmonisan dalam keluarga.(*/rls/sgn/red)







