LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Kepedulian terhadap nasib sepasang lanjut usia asal Kabupaten Gunung Mas yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di sebuah gubuk sederhana di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 1, Kota Palangka Raya, terus mengalir.
Setelah kisah mereka viral di media sosial dan mengundang perhatian masyarakat luas, Ketua Relawan Habar Kalimantan Tengah (HKT), Dwi Sugiarto, bersama para relawan kembali mendatangi lokasi tempat tinggal pasangan lansia Ibu Marseni dan suaminya Pendi tersebut untuk memastikan kondisi mereka pasca mendapat perhatian dari berbagai pihak.Kamis 4-5-2026.
Kedatangan Dwi Sugiarto dan anggota HKT pada hari kedua merupakan bentuk komitmen relawan untuk terus memantau perkembangan keadaan pasangan lansia tersebut. Sebelumnya, tim HKT menjadi pihak yang turun langsung melakukan penelusuran setelah menerima informasi yang beredar luas di media sosial mengenai keberadaan pasangan lansia yang hidup di tengah keterbatasan.
Saat pertama kali ditemukan, kondisi tempat tinggal keduanya sangat memprihatinkan. Mereka tinggal di sebuah gubuk kecil yang dibangun dari potongan kayu bekas dengan dinding kardus bekas kemasan. Bangunan sederhana itu berdiri di atas lahan milik orang lain dan menjadi satu-satunya tempat mereka berlindung dari panas matahari maupun hujan.
Di dalam gubuk tersebut, relawan tidak menemukan perabotan rumah tangga yang layak. Persediaan bahan makanan pun sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan lansia itu hanya mengandalkan tungku sederhana berbahan bakar kayu untuk memasak.
Melihat kondisi tersebut, HKT bergerak cepat memberikan bantuan awal berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan itu disalurkan langsung oleh Dwi Sugiarto bersama anggota relawan sebagai upaya meringankan beban hidup pasangan lansia yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Pada kunjungan lanjutan, Dwi Sugiarto kembali menyerahkan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar pasangan lansia tersebut dapat terpenuhi. Ia juga ingin melihat secara langsung perkembangan kondisi mereka setelah kisahnya mendapat perhatian dari pemerintah, para donatur, dan masyarakat.
Menurut Dwi Sugiarto, kehadiran relawan bukan hanya sebatas memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memastikan bahwa pasangan lansia tersebut tidak lagi menghadapi kesulitan hidup seorang diri.
“Kami datang kembali untuk memastikan keadaan mereka. Alhamdulillah, setelah kisah ini menjadi perhatian banyak pihak, bantuan mulai berdatangan. Kami berharap kebutuhan makan dan minum mereka dapat terpenuhi dengan layak, serta ada solusi jangka panjang agar mereka bisa hidup lebih baik dan lebih aman,” ujar Dwi Sugiarto.
Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial harus terus dijaga, terutama terhadap kelompok masyarakat yang rentan seperti lansia yang hidup tanpa dukungan memadai. Menurutnya, peran masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen sosial sangat penting untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Dwi Sugiarto juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian setelah melihat kondisi pasangan lansia tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli. Semoga apa yang diberikan menjadi amal kebaikan dan dapat membantu meringankan beban pasangan lansia ini. Yang terpenting, mereka bisa menjalani hari-hari dengan lebih tenang, sehat, dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih terdapat warga yang membutuhkan perhatian bersama. Kehadiran Relawan Habar Kalimantan Tengah di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi jembatan antara warga yang membutuhkan bantuan dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian untuk membantu.
Sementara itu, kondisi pasangan lansia tersebut kini mulai membaik dibandingkan saat pertama kali ditemukan. Meski masih memerlukan perhatian dan pendampingan berkelanjutan, bantuan yang telah disalurkan setidaknya memberikan harapan baru bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih layak di masa mendatang.
Perjuangan kemanusiaan yang dilakukan Relawan Habar Kalimantan Tengah menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat. Langkah yang dilakukan Dwi Sugiarto bersama para relawan tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga membawa harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan nyaris luput dari perhatian.(*/rls/sgn/red)







