LINTAS KALIMANTAN | GUNUNG MAS – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Rungan bersama personel TNI dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dalam menindaklanjuti informasi titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui data satelit NASA-SNPP. Tim gabungan bergerak menuju Desa Karya Bakti, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (17/7/2026) malam, dan berhasil memadamkan kebakaran lahan sebelum meluas.
Kapolsek Rungan Ipda Muhamad Helmi Hakim mengatakan, informasi hotspot yang diterima segera ditindaklanjuti melalui groundcheck untuk memastikan kondisi di lapangan. Lokasi titik panas berada sekitar 10 kilometer dari Mapolsek Rungan dan dapat ditempuh melalui jalur darat.
Sebelum berangkat, personel gabungan melaksanakan briefing untuk menyamakan langkah serta memastikan seluruh peralatan pendukung siap digunakan. Tim yang diterjunkan terdiri atas tiga personel Polri, dua personel TNI, dan lima personel Damkar.
Setibanya di lokasi, tim melakukan pengecekan menyeluruh dan memastikan hotspot yang terdeteksi satelit berasal dari kebakaran pada area semak belukar. Personel kemudian langsung melakukan pemadaman agar api tidak merambat ke kawasan yang lebih luas.
Berkat sinergi dan respons cepat seluruh unsur, api berhasil dipadamkan. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar satu hektare lahan semak belukar. Setelah proses pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Selain pemadaman, tim gabungan mendokumentasikan kondisi di lapangan dan melakukan koordinasi sebagai bahan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap informasi hotspot dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, Kapolsek Rungan Ipda Muhamad Helmi Hakim menegaskan bahwa respons cepat terhadap setiap informasi hotspot merupakan komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Setiap informasi hotspot akan kami tindak lanjuti melalui groundcheck bersama instansi terkait. Sinergi Polri, TNI, dan Damkar menjadi kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan,” ujarnya, Sabtu (18/7).
Polres Gunung Mas juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan melalui layanan Call Center 110. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Gunung Mas. (*/rls/hmd/red)







