Bocah Barito Selatan Mengadu kepada Prabowo: Kabut Asap Mengepung, Anak-anak Kesulitan Sekolah

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | BUNTOK – Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebuah suara dari pelosok Kalimantan Tengah menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus menggugah perhatian publik. Bukan suara pejabat atau tokoh politik, melainkan suara seorang anak sekolah dasar yang berharap kondisi di tempat tinggalnya mendapat perhatian pemerintah pusat.

Anak itu bernama Arvino Nazril Rhasaad, siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum, Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Di usianya yang masih belia, Arvino yang akrab disapa Vino menyampaikan keresahan tentang kabut asap yang dirasakannya di lingkungan tempat tinggalnya.

Melalui sebuah video singkat, Vino menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Dengan bahasa sederhana, ia menggambarkan kondisi yang menurutnya memprihatinkan, yaitu udara berkabut asap, anak-anak mengalami gangguan pernapasan, hingga aktivitas sekolah yang disebutnya tidak lagi dapat berjalan seperti biasa.

“Lihatlah Bapak Presiden yang terhormat. Lihatlah kondisi di tempat kami, tempat aku lahir sedang berkabut asap. Banyak anak-anak yang sakit, yang sesak napas,” ucap Vino dalam video tersebut.

Baca Juga :  Sengketa Tanah 7 Hektare di Kotim, Warga Laporkan PT Karya Makmur Bahagia hingga ke Wapres

Ia kemudian membandingkan kondisi yang dialami masyarakat di Kalimantan dengan situasi di Jakarta. Bagi Vino, persoalan kabut asap yang dirasakan warga di daerah, terutama anak-anak, perlu mendapat perhatian yang sama.

“Lihat Bapak Presiden, karena ini Kalimantan, bukan Jakarta. Ini desa, bukan kota,” lanjutnya.

Pernyataan itu menjadi bagian paling menyita perhatian dari pesan Vino. Bukan semata-mata karena perbandingan yang ia sampaikan, melainkan karena muncul dari sudut pandang seorang anak yang berharap lingkungan tempat tinggalnya kembali aman dan kegiatan belajarnya tidak terganggu oleh kabut asap.

Vino juga mempertanyakan pernyataan bahwa Kalimantan berada dalam kondisi baik-baik saja, sementara ia mengaku mengalami situasi berbeda di lingkungan tempat tinggalnya.

“Lihatlah Bapak Presiden, bagaimana Bapak bilang kalau Kalimantan baik-baik saja, aman-aman saja. Sementara kami sudah tidak bisa bersekolah lagi. Bagaimana tanggapan Bapak?” tuturnya.

Video tersebut diunggah melalui akun Facebook ibunya, Leli Herawati, pada Jumat (9/10/2026). Sehari kemudian, Sabtu (10/10/2026), media ini melansir video tersebut. Unggahan itu memantik perhatian dan dukungan dari warganet.

Pesan Vino menghadirkan gambaran tentang bagaimana persoalan lingkungan dapat dirasakan langsung oleh kelompok yang paling rentan. Bagi anak-anak, kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang atau kondisi udara, tetapi juga menyangkut kesehatan, kenyamanan beraktivitas, dan keberlangsungan pendidikan.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Fisik, Anggota Kodim 1016/Plk Laksanakan Hanmars

Vino diketahui tinggal di RT 016/RW 006, Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala. Dari kawasan yang jauh dari pusat pemerintahan itu, ia menyampaikan harapan agar kondisi yang dialaminya tidak luput dari perhatian Presiden.

Pesan seorang anak tentu tidak dapat menggantikan data resmi mengenai kualitas udara, dampak kesehatan, maupun kondisi kegiatan belajar di wilayah terdampak. Namun, kesaksian Vino menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla perlu memperhatikan pengalaman nyata masyarakat, terutama anak-anak yang menghadapi risiko akibat kabut asap.

Di balik kalimat-kalimat sederhana yang disampaikannya, tersimpan harapan agar anak-anak di Kalimantan dapat kembali menghirup udara yang lebih bersih, menjalani aktivitas dengan aman, dan bersekolah tanpa dibayangi kabut asap.

Sebab, bagi anak seusia Vino, udara bersih dan kesempatan belajar bukanlah kemewahan. Keduanya merupakan kebutuhan mendasar yang semestinya dapat dirasakan setiap anak, di mana pun mereka tinggal.(*/rls/red)

Berita Terkait

BEM SI Kerakyatan Kalteng Desak Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap
Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:39 WIB

BEM SI Kerakyatan Kalteng Desak Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bocah Barito Selatan Mengadu kepada Prabowo: Kabut Asap Mengepung, Anak-anak Kesulitan Sekolah

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page