KUALA KAPUAS — Keterbatasan sumber air mulai menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut mendorong Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA, meminta seluruh pihak memperkuat langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas.
Hal itu disampaikan Rina saat menghadiri kunjungan Tim Kementerian Kehutanan ke Posko BPBD Kabupaten Kapuas, Jalan Kasturi, Kelurahan Pulau Telo, Kecamatan Selat, Selasa (22/9/2026) sore.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan Karhutla di Kabupaten Kapuas, sekaligus mengevaluasi kesiapan personel, sarana dan prasarana serta strategi pencegahan dan penanganan di lapangan.
Kegiatan turut dihadiri Kepala BNPB, Kapolda Kalimantan Tengah, Pangdam XXI Tambun Bungai, Dandim 1011/KLK, Bupati Kapuas, Wakil Bupati Kapuas, jajaran Forkopimda, BPBD, Manggala Agni, KPH serta unsur terkait lainnya.
Dalam pemaparan di posko, kondisi sumber daya air menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Terlebih, air Sungai Kapuas di sejumlah wilayah dilaporkan mengalami intrusi air asin hingga kawasan Sei Tatas.
Situasi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena keterbatasan air dapat menjadi kendala apabila terjadi kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca masih kering dan hujan belum turun.
Rina menegaskan, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi seluruh pihak untuk tidak menunggu api membesar sebelum bertindak. Pencegahan, patroli dan deteksi dini harus diperkuat di wilayah yang memiliki potensi Karhutla.
“Karhutla bukan hanya persoalan pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah agar api tidak terjadi. Karena itu, sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, masyarakat dan seluruh elemen harus terus diperkuat,” ujar Rina.
Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat juga penting untuk membangun kesadaran bersama mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami terus mendorong personel untuk hadir di tengah masyarakat, melakukan patroli, memberikan edukasi dan imbauan. Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari solusi, karena menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Rina juga menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap setiap indikasi kebakaran. Dengan sumber air yang semakin terbatas, api yang terlambat ditangani berpotensi lebih sulit dikendalikan.
“Kita tidak boleh lengah. Di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas, upaya pencegahan harus lebih dikedepankan. Setiap potensi api harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.
Kapolres berharap koordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, KPH dan masyarakat terus diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap potensi Karhutla dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Rina sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi Karhutla di wilayah masing-masing.(*/rls/hms/red)







