LINTAS KALIMANTAN | BANJAR — Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Hal tersebut disampaikan Pangdam saat menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla di Posko Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (23/9/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Waka Polda Kalsel Brigjen Pol Noviar, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Sekda Kalsel H. Muhammad Syarifuddin, Kalak BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra, serta jajaran TNI, Polri dan instansi terkait.
Dalam evaluasi tersebut, Kalak BPBD Kalsel melaporkan terdapat 68 titik hotspot dan sekitar 24.134 hektare lahan terdampak di wilayah Kalimantan Selatan. Satgas gabungan terus melakukan pemadaman, patroli terpadu hingga pendinginan lahan gambut guna mencegah munculnya kembali titik api.
Pangdam dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa titik api baru kembali terdeteksi di wilayah Barito Kuala (Batola), khususnya pada areal persawahan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera menjadi perhatian Satgas Darat agar titik api dapat ditangani sebelum meluas.
Di sisi lain, Pangdam mengapresiasi koordinasi lintas sektoral yang selama ini telah berjalan dalam penanganan karhutla.
“Koordinasi lintas sektoral luar biasa. Kita tidak lagi memetakan Kalteng dan Kalsel secara terpisah, semua kita tangani bersama sebagai satu kesatuan wilayah,” tegas Zainul.
Terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Pangdam menyebut pelaksanaannya telah dilakukan sesuai arahan pimpinan dan memberikan dampak positif dalam mendukung upaya pemadaman serta pembasahan lahan.
“Arahan pimpinan terkait OMC sudah bisa kita laksanakan dan ada hasilnya kemarin. Ini sangat membantu upaya pemadaman dan pembasahan lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNPB menekankan pentingnya integrasi data sebagai dasar menentukan kebutuhan personel dan dukungan penanganan karhutla. Menteri Kehutanan juga mengingatkan agar penugasan Satgas Darat dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah, terlebih hujan diprakirakan belum turun secara merata hingga November.
Pangdam berharap sinergi antarlembaga terus diperkuat, terutama dalam sinkronisasi data cuaca, penentuan wilayah prioritas, dukungan logistik, serta edukasi kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran di sekitar Posko Sambang Lihum untuk melihat kondisi lapangan dan upaya penanganan yang dilakukan Satgas Karhutla. (*/rls/pen/red).







