LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menghadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus Ikrar Bersama Anak Bangsa (IKBAB) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (28/10/2026).
Kehadiran Pangdam menjadi bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat dalam memperkuat semangat nasionalisme, menjaga persatuan, serta mendorong peran generasi muda dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Kegiatan yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” tersebut dihadiri Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M., Wakapolda Kalteng Brigjen Pol. Hendra Wirawan, Wakajati Kalteng Dr. Agustian Sunaryo, S.H., CN., M.H., Kabinda Kalteng Marsekal Muda TNI Muhammad Nur, S.Sos., Sekda Kalteng dr. Linae Victoria Aden, M.M.Kes., serta unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Gubernur Kalteng, ditekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui pengabdian, kegigihan, dan kepedulian terhadap sesama. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran aktif dalam pembangunan, menjaga kerukunan, dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, sambutan Gubernur Kalteng yang dibacakan Wakil Gubernur menegaskan pentingnya Ikrar Bersama Anak Bangsa sebagai komitmen untuk merawat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat.
Pemuda juga diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan yang berkembang, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi daring, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melalui tindakan nyata, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Bagi Pangdam XXII/Tambun Bungai, momentum peringatan Sumpah Pemuda dan IKBAB menjadi pengingat pentingnya sinergi seluruh komponen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda Kalimantan Tengah semakin berperan sebagai pelopor persatuan, penjaga toleransi, dan penggerak pembangunan demi mewujudkan Kalteng yang berkah, maju, dan bermartabat menuju Indonesia Emas.







