
LINTAS KALIMANTAN | Perum Bulog Kantor Cabang Kuala Kapuas saat ini makin masif melakukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) langsung di tingkat petani. Langkah ini sebagai upaya Bulog untuk memberikan harga GKP yang layak dan stabil bagi petani.
Hingga akhir Maret 2025 ini, Kancab Kapuas telah melampaui target penyerapan GKP dengan realisasi mencapai 956,40 ton dari target tahun 2025 sebesar 825 ton. “Salah satunya di wilayah Kabupaten Kuala Kapuas, telah melakukan penyerapan terbesar yang pernah dilakukan oleh Bulog.

Untuk mendukung kegiatan ini, Kancab Kuala Kapuas telah bekerja sama dengan TNI AD Kodim 1011/Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas melalui Babinsa serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dua wilayah, yakni Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kancab Kapuas menambahkan bahwa penugasan penyerapan GKP langsung ke petani bukan hal yang mudah dan sering kali menemui kendala di lapangan, mengingat ada banyak keterbatasan. Oleh karena itu, dukungan dan kerja sama dari seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan sangat dibutuhkan, terutama saat menghadapi panen raya.
Dalam kesempatannya, Dandim 1011/Klk Letkol Inf Pamungkas Army Saputro, S. Sos., S.Li., M.Sc
menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Bulog, dan para petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami siap mendukung penuh Bulog dalam penyerapan gabah petani, karena hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani. TNI AD melalui Babinsa akan terus mengawal proses ini agar berjalan lancar dan sesuai harapan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini sangat strategis, terutama dalam menghadapi panen raya dan memastikan gabah petani terserap dengan baik. “Diharapkan petani tetap semangat dalam bertani dan tidak menjual gabahnya ke tengkulak dengan harga rendah. Dengan adanya penyerapan Bulog, kesejahteraan petani bisa lebih terjamin,” pungkas Dandim. (*/rls/spr/red)