DIPERTANYAKAN PUBLIK? Dua Tersangka Dugaan Korupsi BPBD Kubar Belum Ditahan, Alsiyus: Kejari Kubar Jangan Ciderai Rasa Keadilan

- Reporter

Rabu, 10 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTAI BARAT || Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana bagi hasil dana reboisasi (DBH-DR) 2019, yang menyeret berinisial JN Kepala BPBD Kubar sebagai tersangka dalam kasus tersebut sejak April 2021 lalu tak kunjung ditahan Kejaksaan hingga saat ini.

Alsiyus warga Kabupaten Kutai Barat salah satu tokoh pemuda pegiat media sosial mengatakan dari pantauan selama ini kasus tersebut sebenarnya lama sudah diumumkan oleh pihak Kejaksaan.

“Dari pantauan selama ini dimedia sosial berbagai pemberitaan kasus tersebut sebenarnya lama sudah yaitu sejak April 2021 lalu diumumkan oleh pihak Kejaksaan namun tak ada tindak lanjutnya yang jelas. Sehingga sekarang menjadi pertanyaan publik bahkan bisa saja ini akan spekulasi persefsi negatif terhadap lembaga itu nantinya, apalagi kasus ini sangat merugikan masyarakat Kutai Barat jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi ini yang dikorupsi uang rakyat uang negara loh”, ujar Alsius. Selasa (10/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lebih lanjut moderator group Keluhan & Saran Warga Kubar & Kaltim Ibu Kota NKRI itu berpendapat kasus ini sangat menciderai rasa keadilan bagi masyarakat, apalagi ini kasus korupsi merugikan orang banya, sementara kasus ITE aja bisa langsung di tahan, seperti kasus Sdr. Jamri kemudian Sdr. Herjon Noperi Lone, tapi kenapa kasus DBH-DR ini yang tersangkanna JN dan AD kok tidak ditahan, ada apa? Jadi ininya kami sebagai masyarakat mendesak kejari Kubar harus segera menahan kedua tersangka demi keadilan dan nasib orang jangan digantung itu lebih pentingnya.

“Tersangka pertama adalah JN, merupakan PA (Pengguna Anggaran) merangkap KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan juga merangkap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada BPBD Kubar memang alasan sakit, tapi yang kedua adalah AD selaku pejabat PPTK, AD ini kan sehat-sehat saja kenapa tidak ditahan, lagi-lagi ada apa ini semua”, beber Alsiyus.

Lajut Alsiyus, Indikasinya Rp 2 miliar totalnya maka ini pantas dan layak untuk dilakukan penahanan agar memperkecil risiko kong –kalikongnya dalam penanganan kasus ini termasuk menghilangkan barang bukti dsbnya”, tutup Alsiyus. (*/rls/htn/red)

Berita Lainnya

Paska Viral di Medsos Ihwal Remaja Teler Kecubung, Polda Kalsel Langsung Ambil Sikap Tegas
Viral Mendem Kecubung. Kapolres Kotabaru Ingatkan Masyarakat Jangan Coba-Coba
Dandim 1011/Klk Terima Penghargaan PWI Pusat
Rood Race Sekala Nasional Bakal Berlangsung di Sirkut Megah Kotabaru
PDAM Tirta Arut Kobar Launching Bank Sampah Digital
Event Hayau Barait 9, Bupati Kotabaru Pakai Kendaraan Trail Bagikan Bansos di 17 Desa
Klinik Lapas Kotabaru Tuai Pujian Direktorat Jendral Perawatan dan Kesehatan Kemenkumham RI
Aturan Baru,Sekarang sekolah dibolehkan melakukan pemungutan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Lainnya

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:42 WIB

Paska Viral di Medsos Ihwal Remaja Teler Kecubung, Polda Kalsel Langsung Ambil Sikap Tegas

Minggu, 14 Juli 2024 - 06:43 WIB

Viral Mendem Kecubung. Kapolres Kotabaru Ingatkan Masyarakat Jangan Coba-Coba

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:25 WIB

Dandim 1011/Klk Terima Penghargaan PWI Pusat

Sabtu, 13 Juli 2024 - 05:24 WIB

Rood Race Sekala Nasional Bakal Berlangsung di Sirkut Megah Kotabaru

Jumat, 12 Juli 2024 - 16:25 WIB

PDAM Tirta Arut Kobar Launching Bank Sampah Digital

Jumat, 12 Juli 2024 - 14:25 WIB

Event Hayau Barait 9, Bupati Kotabaru Pakai Kendaraan Trail Bagikan Bansos di 17 Desa

Jumat, 12 Juli 2024 - 14:14 WIB

Klinik Lapas Kotabaru Tuai Pujian Direktorat Jendral Perawatan dan Kesehatan Kemenkumham RI

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:08 WIB

Aturan Baru,Sekarang sekolah dibolehkan melakukan pemungutan

Berita Terbaru

LINTAS POLRI

Kapolsek Sabangau Hadiri Mediasi Pemortalan Pembangunan MAN IC

Senin, 15 Jul 2024 - 12:10 WIB

LINTAS POLRI

Polres Gunung Mas Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Telabang 2024

Senin, 15 Jul 2024 - 08:23 WIB