Terkesan Mubazir, Bangunan Wisata Kuliner di Desa Mantaren II Mangkrak

- Reporter

Minggu, 7 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PULANG PISAU – Sejumlah bangunan di Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, (Kalteng), mangkrak alias terbengkalai.

Padahal, bangunan yang dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Mantaren II, tepatnya di Jalan Pacitan RT 04 bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2020 lalu.

Peruntukannya pun disebutkan sebagai pusat wisata kuliner, guna mempromosikan hasil olahan warga desa setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi, hingga saat ini bangunan tersebut belum jelas asas manfaat dan fungsinya.

Kepada awak media ini, Minggu (7/11/2021) salah seorang warga desa setempat mengkritik program pembangunan yang dianggapnya hanya membuang-buang anggaran.

“Bagaimana tidak buang-buang anggaran, mas lihat saja sendiri ke lokasi. Bahkan sampai saat ini tidak berfungsi, di area bangunannya pun banyak ditumbuhi rerumputan liar,” ujar narasumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Dirinya juga berharap agar sejumlah bangunan tersebut segera difungsikan, agar nantinya dapat menarik minat warga untuk mengunjungi lokasi wisata kuliner tersebut.

“Bangunannya kan sudah ada, Jadi tinggal langkah selanjutnya agar dapat dimanfaatkan. Karena sampai saat ini belum terlihat asas manfaatnya bagi masyarakat desa kami, malah ada bangunan baru lagi yang hendak di bangun di lokasi yang sama,” bebernya.

Dengan nada yang sama, narasumber lainnya yang juga warga desa setempat menyebutkan bahwa sejumlah bangunan yang dicanangkan sebagai tempat wisata kuliner di desa tersebut benar adanya.

Hanya saja, beberapa bangunan itu terkesan mubazir. Sebab, sampai saat ini belum ada aktivitas apapun di lokasi dimaksud, sehingga tak sesuai dengan tujuan fungsinya.

“Secara pribadi saya menilai beberapa bangunan di lokasi wisata kuliner desa kami ini memang terlihat belum terlihat manfaatnya. Jadi, sebenarnya kami juga bingung, karena bangunan itu sudah cukup lama selesainya, tapi tak ada aktivitas apa-apa di sana,” katanya yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

Sementara dari pantauan media, Minggu (7/11/2021) benar adanya bahwa di lokasi wisata kuliner itu, tampak terlihat 3 buah bangunan lama dan ditambah 1 buah bangunan baru (hendak dibangun).

Informasi yang berhasil dihimpun, kesemua bangunan yang ada bersumber dari dana desa (DD) dengan nilai anggaran berbeda dan cukup fantastis.

Sejumlah bangunan yang tampak terbengkalai itu, terdiri dari lapak atau los pasar dengan anggaran kurang lebih Rp 58 juta.

Selanjutnya bangunan gazebo dengan nilai Rp 41 juta lebih, dan khusus rumah makan total dana pembangunan menghabiskan kurang lebih Rp 300 juta (secara bertahap), dan pada 2020 lalu rumah makan tersebut di bangun sebesar Rp 179 juta lebih.

Saat dikonfirmasi, belum ada keterangan resmi dari pihak Desa setempat terkait belum fungsional sejumlah bangunan di lokasi wisata kuliner di Desa Mantaren II tersebut.

Namun pada pemberitaan sebelumnya dibeberapa media, tepatnya pada Senin 2 Mei 2021. Kades Mantaren II, Agus Imam Murdiyanto pada poin komentarnya mengatakan, “pembangunan Wisata Kuliner ini tidak lain upaya pihaknya untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian di desa”.

Dimana tempat itu akan menjadi wadah usaha bagi warga desa setempat, dan akan fungsional tahun 2021 ini, Terangnya.

“Nanti secara teknis bangunan tersebut akan kita serahkan ke Bumdes sebagai pengelola, sehingga diharapkan dapat menambah PADes Mantaren II”.

Untuk kuliner sendiri, pihaknya akan menonjolkan makan khas asli Desa Mantaren II, seperti Tiwul olahan dari bahan singkong dan kuliner asli warga Mantaren II lainnya, tambahnya.

“Dulunya kan warga masyarakat Desa Mantaren II ini merupakan warga pendatang (eks transmigrasi), jadi banyak warganya yang bertanam singkong. Bahkan dulunya singkong di Desa ini sempat dikenal daerah lainnya,” kata Agus waktu itu. (*/rilis/supri)

Berita Lainnya

Wisatawan Tumplek Blek di Goa Lowo Tegal Rejo
Launching Mukhtarudin (MTR) Productions di Pantai Kubu Kobar Kalimantan Tengah
Wisata Andalan di Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Tersedia Villa, Begini Cara Pesannya
Penuh Kreasi, Anggota DPRD Kotabaru Apresiasi Lomba Takbir Keliling di Pelosok Desa Bumi Asih
Tak Kalah Meriah, Takbir Keliling Penuh Kreasi ada di Pelosok Desa Bumi Asih
Pj. Bupati Bersama Kapolres Kobar Cek Pospam Lebaran
Anggota DPR RI Sekaligus Sekretaris Pembentuk Kabupaten Tanah Bumbu H. Syamsul Bahri Hadiri Peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu yang ke 21
TAKBIRAN BERHADIAH.!! Warga Desa Bumi Asih Gotong Royong Membuat Hiasan Tanglong
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Lainnya

Senin, 15 April 2024 - 07:06 WIB

Wisatawan Tumplek Blek di Goa Lowo Tegal Rejo

Sabtu, 13 April 2024 - 21:31 WIB

Launching Mukhtarudin (MTR) Productions di Pantai Kubu Kobar Kalimantan Tengah

Kamis, 11 April 2024 - 19:06 WIB

Wisata Andalan di Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Tersedia Villa, Begini Cara Pesannya

Selasa, 9 April 2024 - 19:03 WIB

Penuh Kreasi, Anggota DPRD Kotabaru Apresiasi Lomba Takbir Keliling di Pelosok Desa Bumi Asih

Selasa, 9 April 2024 - 18:13 WIB

Tak Kalah Meriah, Takbir Keliling Penuh Kreasi ada di Pelosok Desa Bumi Asih

Selasa, 9 April 2024 - 17:33 WIB

Pj. Bupati Bersama Kapolres Kobar Cek Pospam Lebaran

Selasa, 9 April 2024 - 16:57 WIB

Anggota DPR RI Sekaligus Sekretaris Pembentuk Kabupaten Tanah Bumbu H. Syamsul Bahri Hadiri Peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu yang ke 21

Minggu, 7 April 2024 - 19:40 WIB

TAKBIRAN BERHADIAH.!! Warga Desa Bumi Asih Gotong Royong Membuat Hiasan Tanglong

Berita Terbaru

LINTAS BERITA

Wisatawan Tumplek Blek di Goa Lowo Tegal Rejo

Senin, 15 Apr 2024 - 07:06 WIB

You cannot copy content of this page