Mengaku Anggota BIN, Terduga Pelaku Penipuan Diamankan Polda Kalteng

- Reporter

Kamis, 21 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Tengah, berhasil mengamankan seorang pria berinisial GP (37) warga Kota Palangka Raya, atas dugaan tindak pidana di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hal tersebut, disampaikan langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si. saat konferensi pers di Aula Ditreskrimsus, Mapolda setempat, Kamis (21/12/23) siang.

Kabidhumas menjelaskan, bahwa GS diamankan atas aksi penipuan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kapuas berinisial NO, melalui aplikasi chatting Hornet.Hal senada diutarakan, Dirreskrimsus Kombes Pol Setyo K Heriyanto, S.IK., melalui Kasubdit V/Tipidsiber Kompol Tris Zeno Alkindi, bahwa kejadian bermula dari interaksi antara keduanya melalui aplikasi Hornet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku bermodus berpura-pura sebagai pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) dengan menawarkan bantuan kepada korban, untuk mengurus mutasi dari daerah tepatnya dari Kabupaten Kapuas ke Kota Palangka Raya.

Dengan bermodalkan foto-foto yang diedit bersama pejabat palsu, lanjut, Tris. Korban menjadi yakin bahwa GP bisa membantunya lalu mentransfer uang ke GP dengan harapan proses mutasinya berjalan lancar.Setelah ditunggu selama lima bulan dengan total transfer uang sebesar Rp.180 juta, NO mulai curiga karena ternyata proses mutasi tidak berlangsung dan kunjung terlaksana.Selanjutnya, dari situlah NO akhirnya melaporkan kejadian ini ke Ditreskrimsus Polda Kalteng, dan terduga pelaku GP berhasil diamankan bersama barang bukti berupa satu ponsel pintar, empat buku tabungan, dan tiga kartu ATM.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang transaksi elektronik dan Pasal 378 KUHPIDANA tentang tindak pidana penipuan. Ancaman hukuman yang dihadapi adalah kurungan penjara paling lama 4 tahun,” pungkasnya. (*/rls/hms/red)

Berita Lainnya

Polsek Rakumpit Serahkan Hewan Qurban dari Polda Kalteng
Berkah Idul Adha, KUD Gajah Mada Salurkan 17 Sapi Kurban ke Desa Mitra dan Binaannya
Tuai Berkah di Hari Raya Idul Adha, PT Indocement Tarjun Serahkan Hewan Qurban ke Wartawan Kotabaru
Gubernur Sugianto Sabran Secara Serentak Serahkan Hewan Kurban di Kalteng
Kapolri Beri Dua Anggotanya Pin Emas Atas Prestasi Saat Pendidikan di UEA
Genderang Pilkada Sudah Di Tabuh, Ian Kasella Hentak Panggung Siring Laut Kotabaru
Praktisi Hukum Suriansyah Halim , Bagi Penjual Ternak Gelonggongan Dapat Dipidana
Perdana Tampilkan Karya Napi di Pameran Expo Manjulang, Stand Lapas Kotabaru Sabet Predikat Terbaik
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Lainnya

Minggu, 16 Juni 2024 - 15:35 WIB

Polsek Rakumpit Serahkan Hewan Qurban dari Polda Kalteng

Minggu, 16 Juni 2024 - 14:38 WIB

Berkah Idul Adha, KUD Gajah Mada Salurkan 17 Sapi Kurban ke Desa Mitra dan Binaannya

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:30 WIB

Gubernur Sugianto Sabran Secara Serentak Serahkan Hewan Kurban di Kalteng

Minggu, 16 Juni 2024 - 08:40 WIB

Kapolri Beri Dua Anggotanya Pin Emas Atas Prestasi Saat Pendidikan di UEA

Minggu, 16 Juni 2024 - 06:33 WIB

Genderang Pilkada Sudah Di Tabuh, Ian Kasella Hentak Panggung Siring Laut Kotabaru

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:01 WIB

Praktisi Hukum Suriansyah Halim , Bagi Penjual Ternak Gelonggongan Dapat Dipidana

Kamis, 13 Juni 2024 - 05:19 WIB

Perdana Tampilkan Karya Napi di Pameran Expo Manjulang, Stand Lapas Kotabaru Sabet Predikat Terbaik

Selasa, 11 Juni 2024 - 06:00 WIB

Tewasnya Pekerja di Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru Ternyata Masih di Usut Polisi

Berita Terbaru

LINTAS BERITA

Polsek Rakumpit Serahkan Hewan Qurban dari Polda Kalteng

Minggu, 16 Jun 2024 - 15:35 WIB