Diperas Rp 2 Juta, Pengepul Sarang Burung Walet Korban VCS Curhat ke Humas Polda Kalteng

- Reporter

Kamis, 31 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Kasus video call sex (VCS) kembali terjadi di Palangka Raya, kali ini korbannya ND (35) warga Kota Palangka Raya yang berprofesi sebagai pengepul sarang burung walet.ND kenal dengan pelaku melalui aplikasi dewasa, yang membuka layanan kencan online berbayar.

Foto profil pelaku seorang perempuan berparas cantik dengan status open VCS “Waktu saya keluar kota, saya buka aplikasi michat untuk mencari teman kencan online pak.

Lalu kami sepakat untuk VCS dengan membayar Rp 200 ribu,” kata ND saat curhat ke Bidhumas Polda Kalteng melalui Ketua Tim Virtual Police H. Shamsudin, S.HI., M.H atau kerap disapa Cak Sam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan Cak Sam, ND mengaku diperas pelaku beberapa kali sampai totalnya Rp 2 juta.

“Karena saya takut video saya waktu VCS disebarkan pak, saya menuruti aja kemauannya dengan mengirimkan uang yang diminta,” terang ND dengan penuh penyesalan.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Nanang Avianto, M.Si melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.I.K., M.Si menjelaskan, pihaknya menyarankan kepada korban agar melaporkan secara resmi ke Ditreskrimsus Polda Kalteng agar bisa ditindaklanjuti untuk proses hukum, Kamis (31/8/2023).

“Namun korban tidak mau. Ia hanya ingin pelaku tidak lagi meminta uang, tidak menyebarkan video rekaman VCS dan tidak mengganggu lagi,” ungkap Erlan.

Kemudian Cak Sam menghubungi pelaku yang ternyata laki-laki dan memberikan peringatan keras bahwa menyebarkan video pornografi dan melakukan pemerasan adalah perbuatan melawan hukum dan bisa dipidana.

“Alhamdulillah, setelah diberikan peringatan, pelaku berjanji tidak lagi meminta uang , tidak menyebarkan rekaman video dan menghapusnya,” tuturnya.Pada kesempatan ini, Kabidhumas kembali mengimbau, jangan melakukan VCS dengan siapapun apalagi dengan orang yang baru dikenal di media sosial. “Stop VCS dan setop tanpa busana di depan kamera karena jejak digital tidak bisa dihapus,” pungkasnya. (*/rls/hms/fdl/red).

Berita Lainnya

Polsek Rakumpit Serahkan Hewan Qurban dari Polda Kalteng
Berkah Idul Adha, KUD Gajah Mada Salurkan 17 Sapi Kurban ke Desa Mitra dan Binaannya
Tuai Berkah di Hari Raya Idul Adha, PT Indocement Tarjun Serahkan Hewan Qurban ke Wartawan Kotabaru
Gubernur Sugianto Sabran Secara Serentak Serahkan Hewan Kurban di Kalteng
Kapolri Beri Dua Anggotanya Pin Emas Atas Prestasi Saat Pendidikan di UEA
Genderang Pilkada Sudah Di Tabuh, Ian Kasella Hentak Panggung Siring Laut Kotabaru
Praktisi Hukum Suriansyah Halim , Bagi Penjual Ternak Gelonggongan Dapat Dipidana
Perdana Tampilkan Karya Napi di Pameran Expo Manjulang, Stand Lapas Kotabaru Sabet Predikat Terbaik
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Lainnya

Minggu, 16 Juni 2024 - 15:35 WIB

Polsek Rakumpit Serahkan Hewan Qurban dari Polda Kalteng

Minggu, 16 Juni 2024 - 14:38 WIB

Berkah Idul Adha, KUD Gajah Mada Salurkan 17 Sapi Kurban ke Desa Mitra dan Binaannya

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:30 WIB

Gubernur Sugianto Sabran Secara Serentak Serahkan Hewan Kurban di Kalteng

Minggu, 16 Juni 2024 - 08:40 WIB

Kapolri Beri Dua Anggotanya Pin Emas Atas Prestasi Saat Pendidikan di UEA

Minggu, 16 Juni 2024 - 06:33 WIB

Genderang Pilkada Sudah Di Tabuh, Ian Kasella Hentak Panggung Siring Laut Kotabaru

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:01 WIB

Praktisi Hukum Suriansyah Halim , Bagi Penjual Ternak Gelonggongan Dapat Dipidana

Kamis, 13 Juni 2024 - 05:19 WIB

Perdana Tampilkan Karya Napi di Pameran Expo Manjulang, Stand Lapas Kotabaru Sabet Predikat Terbaik

Selasa, 11 Juni 2024 - 06:00 WIB

Tewasnya Pekerja di Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru Ternyata Masih di Usut Polisi

Berita Terbaru

LINTAS BERITA

Polsek Rakumpit Serahkan Hewan Qurban dari Polda Kalteng

Minggu, 16 Jun 2024 - 15:35 WIB