Jalan Nasional Dilebarkan, Sekitar 200 Pemilik Tanah di Jingah dan Hajak Terkena Pembebasan

- Reporter

Jumat, 24 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPANDUK HIMBAUAN || Pemerintah memasang baliho imbauan berkaitan pembebasan lahan di Jalan Nasional, titik Simpang Polimat - Simpang Bandara sepanjang 6.150 Meter. (*/foto:ist/Lintas Kalimantan)

SPANDUK HIMBAUAN || Pemerintah memasang baliho imbauan berkaitan pembebasan lahan di Jalan Nasional, titik Simpang Polimat - Simpang Bandara sepanjang 6.150 Meter. (*/foto:ist/Lintas Kalimantan)

LINTAS KALIMANTAN – KALTENG || Jalan Nasional sepanjang 6.150 meter dari Simpang Polimat, Kelurahan Jingah sampai ke Simpang Bandara H Muhammad Sidik, Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, segera dilebarkan tahun ini.

Tercatat sekitar 200 orang warga Kelurahan Jingah dan Desa Hajak memiliki persil tanah di lokasi yang akan dibebaskan.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Barito Utara telah mendata pemlik tanah sejak November 2022 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu berlanjut dengan mengeluarkan surat imbauan melalui Pemerintah Kelurahan Jingah dan Pemdes Hajak, agar warga tak membangun sampai pembebasan tanah selesai.

Sekretaris Dinas Perkimtan Kabupaten Barito Utara, Tursia Raya Teddy, mengatakan, pembebasan lahan dan p pelebaran jalan Nasional tersebut melibatkan beberapa instansi, seperti Dinas Perkimtan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan Jingah, dan Pemdes Hajak.

“Instansi kami memasang imbauan melalui pemdes dan pemerintah kelurahan, supaya pembebasan lahan berjalan baik. Jangan sampai ada bagunan baru saat persil tanah sudah didata dan segera dibebaskan,” ujar dia kepada LINTAS KALIMANTAN, Kamis 23 Februari 2023.

Menurut Sekdis Perkimtan, pendataan pemilik tanah di ruas jalan yang akan dilebarkan diawali dengan perencanaan dan sosialiasi pada November 2022. Pada awal 2023 memasuki tahap pendataan.

Proses pendataan dilakukan dengan cara pelacakan pemilik tanah, baik itu sertifikat hak milik (SHM) maupun surat keterangan tanah (SKT) berdasarkan penetapan lokasi atau penlok pelebaran jalan.

Dinas Perkimtan bekerjasama dengan BPN untuk membuat gambar peta bidang. Dokumen ini menjadi landasan menentukan nama pemilik dan persil sebelum proses pembebasan lahan.

Untuk pendataan, tim penilai harga tanah dari Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP) atau appraisal turun ke lapangan untuk menilai harga tanah, tanam tumbuh, dan bangunan di atasnya. Proses ini disertai dengan konsultasi publik.

Terpisah, Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perkimtan Kabupaten Barito Utara, Kosasih, Kamis siang mengatakan, Jalan Nasional dari Simpang Polimat – Simpang Bandara akan dilebarkan menjadi 17 Meter dengan 2 jalur. Panjang jalan sekitar 6.150 Meter.

Saat ini jalan tersebut memiliki 1 jalur selebar antara 8-10 meter. Terkecuali di sekitar Km 12, ada satu titik memiliki 2 jalur dengan lebar setiap jalur sekitar 7-8 Meter.

“Berdasarkan data sementara, tercatat di ada sekitar 200 orang warga pemilik persil di lahan yang akan dibebaskan. Kami yang mengurus pembebasan lahan,” tukas Kosasih.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, Dedy, Jumat 24 Februari 2023 pagi, mengatakan, Jalan Nasional dari Simpang Polimat menuju Simpang Bandara HM Sidik akan dilebarkan menjadi 17 meter. “Nanti akan dibuat 2 jalur dengan pembatas di tengah,” ujar Dedy. (*/ris/mhe/freelance/red).

Berita Lainnya

Komnas HAM Papua Apresiasi Rekrutmen Polri, Ini 3 Alasannya
Polri Perketat Pengamanan di Tiga Venue Utama WWF 2024
Promosi Forum UMKM Se-Borneo Kalimantan Gaungkan Kolaborasi di Bumi Borneo
Kegiatan Promosi UMKM Se-Borneo : Dorong Potensi Ekonomi Bengkayang di Kancah Internasional
TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan World Water Forum Ke-10 di Bali
Ciptakan Lingkungan Yang Asri dan Sehat, Satgas TMMD Ke – 120 Kodim 0908/Bontang Bersama Warga Bersihkan Pasar
Peresmian Rencana Pembangunan Mako TNI AL di Kumai, Kabupaten Kobar
Festival Kebersamaan Meriahkan Pernikahan Monica dan Nadhif di Pangkalan Bun
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Lainnya

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:42 WIB

Komnas HAM Papua Apresiasi Rekrutmen Polri, Ini 3 Alasannya

Senin, 20 Mei 2024 - 15:52 WIB

Polri Perketat Pengamanan di Tiga Venue Utama WWF 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 17:04 WIB

Promosi Forum UMKM Se-Borneo Kalimantan Gaungkan Kolaborasi di Bumi Borneo

Kamis, 16 Mei 2024 - 19:04 WIB

Kegiatan Promosi UMKM Se-Borneo : Dorong Potensi Ekonomi Bengkayang di Kancah Internasional

Kamis, 16 Mei 2024 - 15:35 WIB

TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan World Water Forum Ke-10 di Bali

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:10 WIB

Ciptakan Lingkungan Yang Asri dan Sehat, Satgas TMMD Ke – 120 Kodim 0908/Bontang Bersama Warga Bersihkan Pasar

Minggu, 12 Mei 2024 - 10:43 WIB

Peresmian Rencana Pembangunan Mako TNI AL di Kumai, Kabupaten Kobar

Minggu, 12 Mei 2024 - 06:12 WIB

Festival Kebersamaan Meriahkan Pernikahan Monica dan Nadhif di Pangkalan Bun

Berita Terbaru

LINTAS TNI

Peserta Latsitarda Bersama Warga Lakukan Pembersihan Parit

Rabu, 22 Mei 2024 - 06:22 WIB