Wakil Ketua I DPRD: Masalah Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Bukan Masalah Baru di Barito Utara

- Reporter

Sabtu, 11 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan (tengah) bersama dua anggota DPRD lainnya. (*/foto:ist)

Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan (tengah) bersama dua anggota DPRD lainnya. (*/foto:ist)

LINTAS KALIMANTAN – KALTENG || Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg khususnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Barito Utara mendapat tanggapan dari wakil ketua I DPRD setempat.

Hal ini menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Parmana Setiawan sudah di konfirmasi dengan SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji).

Setelah di konfirmasi ke pihak SPBE ada sedikit gangguan dalam transportasi dikarenakan adanya curah hujan yang cukup tinggi. Dan menurutnya lagi, kelangkaan gas elpiji ini bukan hal yang baru saja terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dua tahun yang lalu, kita sudah pernah merapatkan di Legislatif dan juga di pemerintah daerah,” katanya, Jumat kemarin.

Dikatakannya, dengan keluarnya Keputusan Bupati 2 Tahun yang lalu terkait masalah Harga Eceran Tertinggi (HET) tentang Elpiji.

“Kami seluruh anggota DPRD menyarankan harus segera membentuk tim karena sudah ada edaran dari Gubernur Kalteng dan tindak lanjutnya kita tidak tau,” kata dia.

Lebih lanjut Parmana, Keputusan Bupati sudah keluar 2 (dua) tahun yang lalu, dan Dewan sudah menyarankan dari dua tahun yang lalu juga untuk membentuk tim sesegera mungkin.

“Tidak mungkin hanya Dinas Perdagangan yang melakukan. Yang namanya tim terpadu disitu ada Kepolisian, dan yang lainnya,” ungkapnya.

Ditegaskannya, permasalahan ini bukan hal yang baru, harusnya ini diambil tindakan tegas, karena sudah melanggar Keputusan Bupati.

“ Kenapa tidak ada actionnya dari dua tahun lalu, Harusnya di tindak,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk pangkalan yang fiktif harus di ambil tindakan atau di cabut ijinnya dan lagi hukuman kurungan karena telah melanggar Perbup sama dengan tindakan pidana.

“Tapi akan kita lihat lagi di aturan apakah ada sangsi atau denda. Perlu pengawasan ketat, tetapi sudah molor dua tahun, ” pungkasnya. (*/rls/lna/red).

Berita Lainnya

RSSI FC Pangkalan Bun Juara 1 Minisoccer Ramadan Cup 2024 di Kobar
Pj. Bupati Kobar : Kepada Kepala Sekolah, Pengawas dan Penilik Yang Baru Dilantik Agar Meningkatkan Mutu Pendidikan
Kick Off Turnamen Mini Soccer Ramadan Cup 2024
Tingkatkan Prestasi, di Turnamen Mini Soccer Ramadan Cup Kobar
Bupati Bengkayang : Seluruh PPPK PJF Guru Ini Tangguh
Senam Sehat Perumdam Tirta Arut Diikuti Ratusan Warga di Kumai
Kadisdik Bengkayang : Tegaskan Semua Pihak Pastikan Kelanjutan Pendidikan Siswa
Lomba Tenis Meja di Kecamatan Pangkalan Lada Kobar Diikuti Kabupaten Tetangga
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Lainnya

Kamis, 4 April 2024 - 13:15 WIB

RSSI FC Pangkalan Bun Juara 1 Minisoccer Ramadan Cup 2024 di Kobar

Selasa, 2 April 2024 - 07:58 WIB

Pj. Bupati Kobar : Kepada Kepala Sekolah, Pengawas dan Penilik Yang Baru Dilantik Agar Meningkatkan Mutu Pendidikan

Kamis, 14 Maret 2024 - 18:30 WIB

Kick Off Turnamen Mini Soccer Ramadan Cup 2024

Jumat, 8 Maret 2024 - 20:40 WIB

Tingkatkan Prestasi, di Turnamen Mini Soccer Ramadan Cup Kobar

Selasa, 5 Maret 2024 - 17:46 WIB

Bupati Bengkayang : Seluruh PPPK PJF Guru Ini Tangguh

Minggu, 3 Maret 2024 - 13:19 WIB

Senam Sehat Perumdam Tirta Arut Diikuti Ratusan Warga di Kumai

Selasa, 9 Januari 2024 - 20:00 WIB

Kadisdik Bengkayang : Tegaskan Semua Pihak Pastikan Kelanjutan Pendidikan Siswa

Minggu, 10 Desember 2023 - 20:49 WIB

Lomba Tenis Meja di Kecamatan Pangkalan Lada Kobar Diikuti Kabupaten Tetangga

Berita Terbaru

LINTAS BERITA

Wisatawan Tumplek Blek di Goa Lowo Tegal Rejo

Senin, 15 Apr 2024 - 07:06 WIB

You cannot copy content of this page