Peduli Ranperda Masyarakat Hukum Adat Barsel, Tim UMPR Gelar Workshop!

- Reporter

Senin, 5 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Workshop Penyususnan Naskah Akademik dan Ranperda MHA Barsel oleh Tim Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), berlangsung di Aula Bappeda, Buntok,, Senin (5/12/2022).

Foto: Workshop Penyususnan Naskah Akademik dan Ranperda MHA Barsel oleh Tim Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), berlangsung di Aula Bappeda, Buntok,, Senin (5/12/2022).

LINTASKALIMANTAN.CO || Demi tuntasnya rancangan peraturan daerah (Ranperda) Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dipandang penting menyelenggarakan Workshop.

Kegiatan workshop, terkait  penyusunan naskah akademik dan pembahasan ranperda MHA Barsel, akhirnya terlaksana oleh Tim Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). Berlangsung di Aula Bappeda, Buntok, Senin (5/12/2022).

Ketua Tim penyusun dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Mariaty mengatakan bahwa kegiatan sepenuhnya didanai Dishut prov.Kalteng melalui Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita (Tim UMPR) dalam hal ini bertindak sebagai pelaksana. Oleh karenanya dokumen yang dihasilkan dari penyusunan naskah akademik dan draft perda MHA Barsel akan diserahkan ke Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng,” bebernya.

Ia menjelaskan, bahwa rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD), studi lapangan dan penggalian data empirik, hingga tahapan workshop di Barsel yang dilakukan UMPR, sejatinya langkah kongkrit pengimplementasian Permendagri 52/2014 Tentang Pedoman Pengakuan Masyarakat Hukum Adat.

Begitupun, ia berharap agar Panitia Masyarakat Hukum Adat, yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) di setiap Kabupaten/ Kota, dapat berjalan efektif setelah belakunya renperda menjadi perda.

“Dengan terbentuknya perda itu nantinya, akan menghadirkan dasar hukum yang kuat bagi pengakuan dan perlindungan Masyarakat Adat, terkhusus di Kabupaten Barito Selatan” tandas Mariaty.

Tampak pada kegiatan worshop di Barsel melibatkan multi stakehorders, diantaranya para camat, para damang kepala adat (DKA), mantir adat dan tokoh adat, ATR/ BPN Barsel, serta perwakilan ormas seperti DAD, AMAN dan Yayasan BOS MAWAS.

Sebelumnya, pada sesi pembukaan Workshop, mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Asisten III Drs. Mirwansyah memberikan apresiasi kepada Tim UMPR atas terselenggaranya agenda tersebut.

Dalam sambutannya, Mirwansyah berpesan agar peserta workshop, bisa berkontribusi dengan memberikan masukan dan saran dalam pembahasan draft ranperda. Untuk melengkapi dokumen ranperda, demi kepentingan daerah Barito Selatan.

“Saran maupun masukan para Damang, Camat, serta para pihak, tentunya sangat lah berharga. Dan diharapkan dapat memperkaya serta melengkapi dokumen rancangan perda masyarakat adat kita di Barito Selatan,” sebutnya.

Sementara pada sesi pembahasan ranperda yang difasilitasi oleh perwakilan Panitia MHA Provinsi Kalteng, Simpun Sampurna berjalan cukup seru. Dimana diskusi interaktif antara peserta dan fasilitator, sesekali diselingi perdebatan.

“Nah diskusi seperti ini yang kita harapkan agar ranperda MHA nanti dapat menjangkau kebutuhan semua pihak. Karenanya, draft ini harus bersifat akomodatif, sehingga kelak tak ada lagi pihak yang merasa ditinggalkan apalagi dirugikan,” demikian pungkas Simpun seusai acara. (*gs/red/lk)

 

Berita Lainnya

Ketua PHRI Kalteng Suriansyah Halim, Mengucapan Selamat HUT LSR-LPMT yang Ke 12
Masih Momen Hari Jadi Kotabaru ke 74, Ratusan Peserta Ikut Semarakan Fun Bike
UKIR SEJARAH..!! Anak Sopir Truck Dari Wilayah Terpencil Kotabaru Lolos Paskibraka Tingkat Nasional
Warga Kelumpang Tengah Temukan Bayi Dalam Ember, Ternyata Pelakunya Masih Berstatus Pelajar
Pemda Kotabaru dan BPKP Kalsel Tandatangani Komitmen Bersama untuk Peningkatan Akuntabilitas
Kodim 1011/Klk Ikuti Donor Darah HUT Bhayangkara Ke 78 Polres Kapuas
Siaga Karhutla, Dandim 1016/Plk Diwakili Danramil 1016-01/Pahandut, Hadiri Apel Gelar Peralatan Bencana Karhutla dan  Penandatanganan MOU BPBD Kota Palangka Raya dan BPBD Kab. Pulang Pisau
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Lainnya

Senin, 24 Juni 2024 - 20:22 WIB

Ketua PHRI Kalteng Suriansyah Halim, Mengucapan Selamat HUT LSR-LPMT yang Ke 12

Senin, 24 Juni 2024 - 14:38 WIB

Senin, 24 Juni 2024 - 05:45 WIB

Masih Momen Hari Jadi Kotabaru ke 74, Ratusan Peserta Ikut Semarakan Fun Bike

Minggu, 23 Juni 2024 - 05:52 WIB

UKIR SEJARAH..!! Anak Sopir Truck Dari Wilayah Terpencil Kotabaru Lolos Paskibraka Tingkat Nasional

Sabtu, 22 Juni 2024 - 11:39 WIB

Warga Kelumpang Tengah Temukan Bayi Dalam Ember, Ternyata Pelakunya Masih Berstatus Pelajar

Sabtu, 22 Juni 2024 - 06:58 WIB

Pemda Kotabaru dan BPKP Kalsel Tandatangani Komitmen Bersama untuk Peningkatan Akuntabilitas

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:38 WIB

Kodim 1011/Klk Ikuti Donor Darah HUT Bhayangkara Ke 78 Polres Kapuas

Kamis, 20 Juni 2024 - 13:18 WIB

Siaga Karhutla, Dandim 1016/Plk Diwakili Danramil 1016-01/Pahandut, Hadiri Apel Gelar Peralatan Bencana Karhutla dan  Penandatanganan MOU BPBD Kota Palangka Raya dan BPBD Kab. Pulang Pisau

Berita Terbaru

LINTAS BERITA

Senin, 24 Jun 2024 - 14:38 WIB