Sidang Lanjutan Kasus Tipikor SY, JPU Hadirkan Empat Saksi 

- Reporter

Jumat, 7 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTASKALIMANTAN.CO || SY Oknum Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palangka Raya dalam perkara tindak Pidana Korupsi APBDes Bereng Jun, Kamis (6/1/2022).

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Alfon, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Gunung Mas menghadirkan empat orang saksi yang terdiri dari tim verifikasi Dana Desa dari tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten setempat.

Didepan Alfon, Bambang yang saat itu menjabat Kepala trantib dan anggota verifikasi, membenarkan bahwa saat verifikasi tingkat kecamatan pencairan Dana Desa (DD) Tahap tiga dan Alokasi Dana Desa (ADD)  tahap dua tidak lolos verifikasi. Pasalnya nama bendahara yang berbeda, yang mana saat pengajuan atas nama theo yang tanda tangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar tingkat kecamatan tidak lolos, karena nama bendahara yang tanda tangan pengajuan berbeda,” ucapnya.

Karena  dianggap tidak meloloskan, ia mendapatkan undangan secara lisan oleh mantan camat untuk menghadiri pertemuan di kantor bupati. Yang pada intinya terkait masalah tidak lolosnya verifikasi itu, dan pada akhirnya ia meloloskan tapi dengan berbagai persyaratan.

“Saya sendiri merasa tertekan saat pertemuan itu, sehingga meloloskan dengan berbagai syarat,” ucapnya di ruang persidangan.

Philip yang saat itu tim verifikasi tingkat Kabupaten, menerangkan saat pertemuan itu memang terdakwa tidak ikut. Akan tetapi beliau ada di lobi, namun ada perlu apa terdakwa disana ia tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tau terdakwa ada perlu apa di lobi kantor bupati,” jelasnya.

Sementara itu Julius Agau mantan DPMDes Gunung Mas, menegaskan tiga hari setelah ia dapat informasi bahwa pihak kecematan tidak meloloskan verifikasi pencairan tersebut, pimpinan ada mengajak pertemuan. Dimana terjadi kesepakatan bahwa meloloskan, yang mana pihak desa menyanggupi syarat2nya yang kurang tersebut.

“Dalam pertemuan pun pimpinan tidak ada menekan terkait pencairan. Bahkan  Proses Pencairan tidak ada keterlibatan  terdakwa,” tegasnya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gunung Mas, Hariyadi mengatakan, pihaknya menghadirkan saksi yang rata-rata merupakan tim verifikasi dari tingkat kecamatan dan kabupaten.

Para Saksi-saksi tersebut memberikan keterangan terkait pencairan dana desa Bereng Jun terdapat permasalahan.

“Kita mengungkap peran dari terdakwa Ini untuk meloloskan hasil verifikasi tersebut. Fakta persidangan, terdakwa berupaya menemui saksi Sugiarto selaku tim verifikasi di rumah jabatan camat dan menyampaikan mengapa hasil verifikasi dana desa Bereng Jun tidak lolos dan meminta agar diloloskan, padahal terdakwa bukan bagian dari perangkat desa,” ucap Hariyadi usai persidangan berakhir.

Hariyadi mengungkapkan, berdasarkan fakta persidangan saksi Yulius Ago juga mengatakan pernah berupaya ditemui oleh terdakwa SY,  yang pada saat tersebut tengah dalam pengajuan dana desa tahap II dan III yang tidak lolos verifikasi.

Selain itu, kata dia, keterangan para saksi ketika dilakukan pembahasan di kantor bupati. Semua saksi  melihat terdakwa SY bolak- balik di kantor lingkungan bupati membawa beberapa dokumen. Namun dirinya tapi tidak ikut dalam pertemuan di kantor bupati terkait pembahasan pencairan dana desa.

Di sisi lainnya, dalam persidangan disebut pencairan dana desa tersebut setelah ada rapat di kantor bupati. Menanggapi hal tersebut Hariyadi mengatakan bahwa pihaknya memahami dimana hal tersebut adalah kebijakan dari seorang mantan pimpinan daerah, karena jika dana desa tersebut tidak dicairkan kegiatan pembangunan di desa Bereng Jun tahun 2018 tidak terlaksana.

“Sampai sekarang kami belum menemukan adanya niat jahat tersebut, kami melihat itu merupakan kebijakan untuk pembangunan di desa,” ujarnya.

Menurutnya pihaknya akan membuktikan peran dari terdakwa SY dengan menghadirkan saksi kunci yakni terpidana Andreas Arponedi pada sidang berikutnya.

“Dalam persidangan selanjutnya kita ungkapkan mengapa terdakwa SY ngotot mencairkan dana desa tersebut. Dalam perkara ini kita ada 22 orang saksi dan sudah dihadirkan 9 Saksi,” tegas Hariyadi.

Sementara itu terdakwa SY melalui kuasa hukumnya, Rusdi Agus Susanto usai persidangan mengatakan, pada intinya para saksi tersebut tidak tahu dimana keterlibatan kliennya SY dalam penggunaan dana desa dan pencairan Dana Desa.

“Tidak ada yang terungkap dari para saksi tadi, justru kehadiran saksi tersebut menguntungkan karena, saksi tidak menyebutkan peran dari klien kami dalam penggunaan Dana Desa,” ucapnya

Rusdi mengungkapkan pihaknya akan mengajukan saksi meringankan dari
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Karena, proses finishing dari pencairan tersebut ada di BPKAD sementara untuk menuju proses pencairan tersebut ada persyaratan yang tidak terpenuhi salah satunya tidak diloloskannya dana Desa tersebut Oleh pihak tim verifikasi kecamatan. Namun dicairkan oleh BPKAD dicairkan.

“Kita memerlukan penjelasan tersebut dan hal tersebut juga berdasarkan keterangan dari saksi Sugiarto mantan camat Manuhing bahwa pencairan tersebut atas permintaan Untung selaku kepala BPKAD kabupaten Gunung mas,” jelasnya.

Sebelumnya terdakwa SY ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri kabupaten Gunung Mas. SY diduga terlibat dalam penyimpangan pengelolaan APBdes Desa Bereng Jun tahun 2018 bersama mantan kades Andreas Arponedi yang sudah menjadi terpidana. (Dyat)

Berita Lainnya

Wisatawan Tumplek Blek di Goa Lowo Tegal Rejo
Launching Mukhtarudin (MTR) Productions di Pantai Kubu Kobar Kalimantan Tengah
Wisata Andalan di Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Tersedia Villa, Begini Cara Pesannya
Penuh Kreasi, Anggota DPRD Kotabaru Apresiasi Lomba Takbir Keliling di Pelosok Desa Bumi Asih
Tak Kalah Meriah, Takbir Keliling Penuh Kreasi ada di Pelosok Desa Bumi Asih
Pj. Bupati Bersama Kapolres Kobar Cek Pospam Lebaran
Anggota DPR RI Sekaligus Sekretaris Pembentuk Kabupaten Tanah Bumbu H. Syamsul Bahri Hadiri Peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu yang ke 21
TAKBIRAN BERHADIAH.!! Warga Desa Bumi Asih Gotong Royong Membuat Hiasan Tanglong
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Lainnya

Senin, 15 April 2024 - 07:06 WIB

Wisatawan Tumplek Blek di Goa Lowo Tegal Rejo

Sabtu, 13 April 2024 - 21:31 WIB

Launching Mukhtarudin (MTR) Productions di Pantai Kubu Kobar Kalimantan Tengah

Kamis, 11 April 2024 - 19:06 WIB

Wisata Andalan di Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Tersedia Villa, Begini Cara Pesannya

Selasa, 9 April 2024 - 19:03 WIB

Penuh Kreasi, Anggota DPRD Kotabaru Apresiasi Lomba Takbir Keliling di Pelosok Desa Bumi Asih

Selasa, 9 April 2024 - 18:13 WIB

Tak Kalah Meriah, Takbir Keliling Penuh Kreasi ada di Pelosok Desa Bumi Asih

Selasa, 9 April 2024 - 17:33 WIB

Pj. Bupati Bersama Kapolres Kobar Cek Pospam Lebaran

Selasa, 9 April 2024 - 16:57 WIB

Anggota DPR RI Sekaligus Sekretaris Pembentuk Kabupaten Tanah Bumbu H. Syamsul Bahri Hadiri Peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu yang ke 21

Minggu, 7 April 2024 - 19:40 WIB

TAKBIRAN BERHADIAH.!! Warga Desa Bumi Asih Gotong Royong Membuat Hiasan Tanglong

Berita Terbaru

LINTAS BERITA

Wisatawan Tumplek Blek di Goa Lowo Tegal Rejo

Senin, 15 Apr 2024 - 07:06 WIB

You cannot copy content of this page