TERKENA OTT! Oknum Lurah Yang Pungli PTSL Ditangkap Polisi dan Memgamanka Uang 600 Juta

- Reporter

Minggu, 17 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTASKALIMANTAN.CO || SAMARINDA — Seorang lurah di Samarinda, Kalimantan Timur ditangkap polisi karena lakukan pungli. Saat ditangkap, polisi mengamankan uang Rp600 juta.

Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan, lurah berinial EA ini ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus pungli.

“Kami telah melakukan OTT terhadap oknum Lurah di Samarinda terkait perkara pungli Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Eko, Baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modusnya, kata Eko, masyarakat yang mengajukan permohonan sertifikat tanah dimintai biaya sebesar Rp1,5 juta per kapling.

“Dari hasil pemeriksaan, pungli ini dilakukan sejak November tahun 2020. Barang bukti saat OTT berjumlah Rp600 juta lebih uang tunai. Ada yang dalam rekening dan ada didalam meja kerja,” kata dia.

diperkirakan ada 1.500 masyarakat yang mengajukan untuk membuat sertifikat tanah, ada sebagian yang bayar cash, ada juga yang mencicil.

Kasus ini dibongkar setelah polisi mendapat laporan masyarakat yang merasa dirugikan. Karena memang pengajuan PTSL ini tidak dipungut biaya sama sekali sesuai amanat Presiden.

“Informasi itu kami kembangkan oleh Unit Tipikor dan berhasil mengumpulkan bukti kuat yang mengarah kepada dua tersangka yang sudah kami tangkap,” kata Eko.

Wakapolresta terus mengatakan, OTT dilakukan pada Selasa (05/10) sekitar pukul 13.00 WITA, Unit Tipikor segera melakukan OTT dengan proses hukum yang dilakukan terhadap pelaku berinisial EA (oknum lurah) dan RA (rekanan).

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat denganPasal 12 E UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  “Kemudian atas nama RA sama, kami kenakan pasal serupa dengan Juncto Pasal 55 dengan ancaman pidana penjara 4 tahun,” kata Eko. (*/rls/hms)

Berita Lainnya

IPW Sebut Langkah Polri Sudah Tepat di Kasus Vina, Masyarakat Jangan Termakan Hoaks
BAWASLU Kabupaten Kapuas menggelar Sidang Dugaan  Pelanggaran Administratif Pemilihan Umum
Jelang Expo Manjulang 2024, Lapas Kotabaru Ajak Masyarakat Lihat Hasil Karya Narapidana
Polsek Tewah Bersinergi Dengan Koramil 03 Tingkatkan Patroli Kamtibmas
Sehat dan Bugar di Lapas Banjarmasin, WBP Giat Berolahraga
Upaya Lapas Banjarmasin Terapkan Good Governance dalam Pengelolaan Hibah Barang Milik Negara
Kapolres Kobar Jenguk Anak Personelnya Yang Sakit
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Lainnya

Rabu, 22 Mei 2024 - 05:50 WIB

IPW Sebut Langkah Polri Sudah Tepat di Kasus Vina, Masyarakat Jangan Termakan Hoaks

Rabu, 22 Mei 2024 - 05:29 WIB

BAWASLU Kabupaten Kapuas menggelar Sidang Dugaan  Pelanggaran Administratif Pemilihan Umum

Selasa, 21 Mei 2024 - 19:27 WIB

Jelang Expo Manjulang 2024, Lapas Kotabaru Ajak Masyarakat Lihat Hasil Karya Narapidana

Selasa, 21 Mei 2024 - 15:17 WIB

Sehat dan Bugar di Lapas Banjarmasin, WBP Giat Berolahraga

Selasa, 21 Mei 2024 - 15:10 WIB

Upaya Lapas Banjarmasin Terapkan Good Governance dalam Pengelolaan Hibah Barang Milik Negara

Selasa, 21 Mei 2024 - 04:10 WIB

Kapolres Kobar Jenguk Anak Personelnya Yang Sakit

Senin, 20 Mei 2024 - 14:56 WIB

Minggu, 19 Mei 2024 - 15:58 WIB

Kado Istimewa Jelang HUT ke 74, 2 Remaja Kotabaru Sabet Juara Duta Pariwisata Se-Kalsel

Berita Terbaru

LINTAS TNI

Peserta Latsitarda Bersama Warga Lakukan Pembersihan Parit

Rabu, 22 Mei 2024 - 06:22 WIB